3 Data Penting yang Bisa Dianalisa dari Sistem POS

Dalam industri saat ini dengan persaingan yang sangat ketat dan sela yang sedikit. Pemilik bisnis ritel selalu merasa bimbang dalam memilih menambahkan atau mengurangi sumber daya. Para pebisnis berfikir keras lebih baik menambahkan banyak sumberdaya atau menjadi kreatif dengan memanfaatkan apa yang sudah dimiliki.


Salah satu sumberdaya yang tersedia pada bisnis era saat ini adalah point of sale (POS). Sederhananya data POS ini mencakup matrik penjualan yang datang baik langsung dari ritel tunggal atau yang dikombinasi dari beberapa bisnis ritel yang dijualkan melalui pihak ketiga.

Baik pengecer maupun pemasok, mereka memiliki kewenangan untuk menggunakan data POS atau aplikasi kasir toko agar dapat meningkatkan penjualan dalam toko. Dalam artikel ini, kami akan menjelaskan tiga data penting yang dapat dianalisa dari sistem POS, yang pada akhirnya akan mengarah pada kinerja penjualan, manajemen inventaris dan perkiraan kebijakan.

3 Data Penting yang Bisa Dianalisa dari Sistem POS

1. Perilaku Pembeli

Data POS tidak hanya bisa mengukur jumlah barang yang terjual selama periode atau waktu tertentu. Lebih jauh lagi data POS dapat membaca secara tersirat riwayat pesanan pembeli dan dapat dijadikan masukan mengenai apa yang konsumen sukai dari barang anda (apa yang anda jual).

Menganalisis data POS pada tingkat penyimpanan, mengungkapkan item mana yang bisa dikatakan sebagai best-seller dan sebaliknya barang mana yang tidak disukai oleh pembeli. Tanggal dan waktu yang ditemukan pada transaksi penjualan juga memberitahukan kapan pembeli sering melakukan pembelian pada barang tersebut. Hal ini jelas menguntungkan pengecer untuk mengambil keputusan dalam memanajemen persediaan barang berdasarkan data yang ada.

Sebagai contoh data POS menunjukkan bahwa minuman A lebih laku ketika di siang hari pada saat jam makan siang, sedagkan minuman B kemungkinan besar dibeli setelah jam kantor atau pada saat jam makan malam.

Hal ini menguntungkan pengecer untuk menyediakan barang dengan jumlah yang tepat berdasarkan permintaan konsumen, dan mencegah terjadinya kehabisan stok.


2. Pemenuhan Kebutuhan Promosi dan Pelaksanaannya

Pengecer dan merek pemasok sebenarnya memiliki banyak keuntungan dari promosi yang sukses. Bahkan, ada penelitian yang menunjukkan bahwa ketika promosi dilakukan dengan cara yang benar maka akan berdampak pada peningkatan penjualan sebesar 193% ! Wow sungguh besar bukan ?

Pengecer dan pemasok sama-sama mendapatkan manfaat yang besar dari pelaksanaan promosi yang tepat. Nah, data yang ada pada POS memberikan kontribusi untuk ini. Bagaimana bisa ? tapi sebelum itu kita bahas mengenai promosi ini terlebih dahulu.

Perencanaan yang cermat mengenai penetapan harga, desain tampilan, kampanye pemasaran, penempatan staf yang tepat dapat memastikan bahwa promosi yang dilakukan dapat memberikan keuntungan. Walaupun, tidak semuanya promosi berhasil karena ada beberapa pengaturan yang tidak sesuai dengan apa yang sudah disepakati di awal.

Seperti contoh, tidak jarang tampilan suatu barang diletakkan di bagian toko yang salah, atau harga jual yang tidak tepat. Kesalahan seperti ini membuat pusing karena daya pikat promosi tidak mencapai konsumen.

Nah, di sinilah sebenarnya peran POS menjadi penting yang mana data titik penjualan adalah indikator utama untuk menentukan apakah promosi sudah dilakukan secara tepat atau tidak. Semisal data penjualan dalam laporan POS menunjukkan kemandekan pada tengah periode promosi maka hal ini bisa dijadikan evaluasi bagi pelaksanaan promosi sehingga menjadi lebih baik lagi.

Di sisi lain, apabila penjulan sebuah produk mengalami pelonjakan maka hal ini juga merupakan hasil dari efektivitas promosi dan pemasaran. Data secara real time yang dilaporkan oleh POS sangat penting untuk mengetahui kenaikan atau penurunan penjualan sejak dini sehingga pihak ritel atau pihak merk dapat melakukan evaluasi pada saat promosi masih berlangsung. Sehingga tidak ada kata keterlambatan atau kerugian dari suatu promosi.

Histori data POS seputar promosi sebelumnya juga berguna untuk merencanakan seperti apa promosi yang akan datang. Data ini menjadi pedoman dalam mempertimbangkan waktu, persiapan inventaris bahkan ketersediaan barang. Data POS ritel dapat menunjukkan periode apa yang terbaik untuk mengadakan promosi dan kecepatan penjualan barang-barang yang sudah dipromosikan.

Menjadikan data yang lalu sebagai rujukan adalah cara yang bagus untuk menghindari atau mencegah terjadinya kesalahan. Analisis data POS sebelum dan sesudah promosi juga bermanfaat untuk mengukur ROI (Return Of Invesment) karena sebagian besar acara promosi melibatkan banyak waktu dan investasi dari pihak pengecer dan pihak merk.



3. Perencanaan Sumberdaya

Keuntungan lain dari analisis data POS ritel atau aplikasi kasir toko adalah mampu merencanakan dengan lebih baik untuk mencegah masalah sebelum terjadi. Selain itu analisis data dari POS yang secara real time dapat memberikan manfaat karena bisa membawa pada sebuah kemajuan. Berikut adalah beberapa contoh cara menggunakan data POS untuk meningkatkan perkiraan :

Tetapi sebelumnya akan dibahas mengenai SKU. SKU adalah singkatan dari stock keeping unit. Yaitu sebuah rangkaian, angka atau huruf yang mewakili sebuah brand. Tidak hanya itu SKU juga mewakili tipe, warna dan ukuran setiap produk.

Jika SKU tertentu sebelumnya memiliki penjualan tetap maka mengalami penurunan tajam, ini bisa menjadi indikasi kehabisan persediaan.

Demikian pula, ketika ada penjualan produk tertentu turun secara signifikan setelah keluarnya SKU baru dari merk yang sama diperkenalkan maka dapat menunjukkan kanibalisasi produk.
Penjualan yang kuat dari SKU tertentu dapat membenarkan penempatan sekunder di tempat lain di toko. Dalam artian barang tersebut hanya dijual di satu toko yaitu toko anda misalnya.

Sebuah merk dapat memberikan informasi kompetitif SKU baru di pengecer lain, yang dapat sangat membantu ketika memutuskan bagaimana cara menyimpan SKU baru dari produk mereka di toko anda.

Jika merk menunjukkan penjualan yang kuat di pengecer pesaing tetapi tidak bertahan di bisnis ritel anda, mungkin ada masalah dengan eksekusi yang perlu anda tangani.

Mengidentifikasi produk terlaris dirasa lebih mudah, dan memungkinkan pengecer untuk berkoordinasi dengan pemasok untuk merencanakan peningkatan persediaan.

Pengecer dapat menghapus SKU berkinerja buruk dari rak toko lebih cepat untuk memberikan ruang bagi produk lain yang lebih diminati oleh konsumen.

Jika suatu produk seharusnya dihapus dari inventaris toko tetapi masih terdaftar dari data penjualan, maka itu tandanya bahwa produk tersebut belum dikeluarkan dari rak, dan hal ini bisa mengalangi kemungkinan menghalangi SKU yang lebih baik untuk menggantikannya. Anda bisa mengeceknya.

Data POS ritel jauh lebih kaya dibandingkan dengan angka penjualan mentah. Data yang berasal dari sisttem POS adalah senjata rahasia bisnis ritel untuk mempertahankan tren penjualan di dalam toko. Ketika pengusaha ritel bekerja sama dengan pemasok mengenai analisis data POS maka manfaatnya akan jauh lebih besar.